topbella

Minggu, 22 Januari 2012

Lagi Gila Lagi

Bibir terkatup rapat, tanpa sekatah apapun. No respon no comment. Si Mama hanya melihat dan membiarkan anak perempuannya berlalu begitu saja. Kalau perlu tulisan "Do Not Disturb" tertera di belakang baju. Puncaknya malam keresahan tidak bisa diajak damai, turun naik tangga entah berapa kali, dapur ruang  tamu, tapi tetap membawa gelas kosong, isi air didapur kembali ke ruang tamu. Minum, lalu kembali lagi ke dapur. Belum lagi keusilan yang tidak bisa ditolerir, adik adik jadi korban, si bungsu yang lagi asyik asyiknya main PS , ku cubit pipinya dengan gemassssss sekali. 
Abang si bungsu yang sedang makan, ku ganggu dengan menghabiskan ikannya, sehingga dia hanya bisa pasrah saat lauknya tinggal nasi. Si papa yang biasanya sigap nyuruh ini itu, langsung mengganti peran, adikku, hehehe. Belum lagi aku yang sangat gemar minum air putih juga sangat boros dengan air, bagaimana tidak? dengan kegelisahan yang begitu, aku pun tidak perlu urung niat untuk bolak balik mandi, lumayan ada sabun relaxaxing..Aaaarrgh ntah apa namanya. Buku yang sudah pernah kubaca, kubuka kembali lalu bertanya sendiri, "Lho kok kayaknya belum pernah dibaca", padahal itu buku sudah punya tahun lalu. Ingin rasanya berteriak, "MAMAAA......aku amnesia", huffffhhhhh
Lainnya masih ada, stok makanan menjadi cepat ludes, karena setiap 10 menit sekali aku mencari sesuatu didapur yang bisa di makan, dan untungnya aku menemukan hipotesis baru untuk diriku, "Semakin Gundah yang kurasakan, maka semakin lancar pencernaanku". Gilaaaaa memang, tapi kali ini aku sangat suka dengan efeknya, hehehe
Mama, sang mentri tidak tinggal diam. Melihat aku yang seharian diam tapi tidak diam aksi, hanya mulut yang  terkatup rapat tapi anggota tubuh yang lain mengusili anggota keluarga yang lain, hehehe. Malam itu mama masuk ke kamarku,"Kenapa dek ?". Seperti biasa, aku paling tidak mau menjelaskan sesuatu yang sedang aku rasakan. Makin kusembunyikan kepalaku di balik boneka lumba lumba tersayang. Dengan gemesnya mama mencubitku, 
"Iiiiih mama , sakiiit ".
"Kenapaaaaaa???", tanyanya lagi
"Males", jawabku singkat.
"Makanya udah dibilangin dari dulu, jangan sampe masalah bisa buat kita uring uringan sendiri. Belajar simpan masalah ditempatnya, jangan semua kena imbas"
"Kesal"
"Masalah sendiri", jawab mama singkat
"Eeeehh kok gitu"
"Lho sekarang gini, yang bisa ngatasin tu rasa gak karuan khan adek sendiri, jangan ampe pengaruh ke orang lain, mama udah bilang jangan sampe gara gara orang atau faktor lain bisa menghambat kerja atau kualitas kita untuk mengisi waktu dengan kebaikan kebaikan yang seharusnya. Bandel sssiiih, dari dulu ndak belajar belajar"
"Belajar, tapi ini sedih"
"Sama aja"
"Mama inilaaaahh..."
"Eh dek, makan mie yang pedesss yok, laper mama"
Entah hipnotis dari mana, aku mengiyakan. Langsung bangkit dan semangat kembali. Ckkckckck terkadang untuk memecahkan masalah pun aku hanya perlu bicara padanya, walaupun masalah yang sebenarnya  tidak kuceritakan, tapi setidaknya sindiran dan nasehat mama lebih bermakna.
Mending fokus ama diri sendiri, "ya khan maaa..", batinku

0 komentar:

Posting Komentar

Dik Triesna

Foto Saya
Dik Triesna
"Allah Tetapkan Apa Yang Terbaik Bagi HambaNya dan Akan Indah Pada Saatnya, Bersabarlah..."
Lihat profil lengkapku