topbella

Sabtu, 02 Juli 2011

Balance

Sejenak kurasakan air wudhu yang masih membasahi wajahku, begitu dingin dan sejuk. Kesegeran langsung menjalari seluruh tubuhku. Di sepertiga malam aku terbangun , keinginanku untuk berkhalwat denganNya adalah hal yang paling kunantikan di setiap malam-malam ku. Ku langkahkan kaki menuju kamar, ku kenakan mukena dengan renda hijau kesayanganku. Menatap wajah yang masih lelap tertidur, menghampirinya, lalu degnan tetesan air wudhu , sengaja aku tujukan tepat ke arah pipi dan matanya. Ia terkejut dan membuka matanya, langsung kusambut dengan senyum, “Kita sholat yuk ... “ . Dan dia, sosok yang selalu kutunggu senyumnya, mengusap kepalaku .Tersenyum.
**********************************
Begitu indah yang kurasakan, apa yang didalam mimpi, mampu memberikan semangat untukku di pagi hari. Walaupun hanya sekedar mimpi, tapi membuatku semakin yakin. Semua akan ada waktunya, menjadi waktu terindah. Apa yang selama ini menjadi kegalauan , keresahan, kekecewaan menjadi hal yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kebahagiaan yang kudapatkan. Semua begitu nyata. Semua begitu indah. Terkadang mimpi menjadi kekuatan agar aku terus menerus memeprbaiki diriku menjadi lebih baik dan menjadi pantas untuk pendamping hidupku kelak. Terkadang juga mimpi mengajariku, untuk tetap menjadi seorang yang realistis, bahwasanya semua masih dalam tahap kenyataan. Ku jalani hari dengan hari dengan keyakinan begitu dalam, aku serahkan semuanya padaMu Ya Rabb, utuh semuanya.

Seakan mimpiku berlanjut dari hari ke hari dengan berbagai episode yang tidak berurutan. Tapi setiap kalinya aku memkanai sebagai pembelajaran untukku
 *****************************
Sosok itu tiba diujung jalan, sedangkan aku menunggu diteras depan.  Aku melangkah kearahnya, tapi justru ia yang membalikkan badan nya lalu pergi tanpa melambaikan tangan dan sepatah kata pun. Aku terkejut. Ku coba menghubunginya melalui handphone, tapi kudapatkan nada non aktif. Aku menatapnya pergi, semakin jauh dan jauh. Kesedihan semakin menjadi saat malam kutunggu ia pergi tanpa kabar apapun. Ia pergi begitu saja, tanpa memberikan senyum yang biasanya ia berikan kepadaku. Aku menangis dikegelapan malam. Apa salahku...

*****************************
Begitu sakit yang kurasakan, saat aku terbangun dari mimpi. Kesedihan itu masih kurasakan. Membawa efek yang begitu luar biasa pada hariku. Dibilang berlebihan, aku mengakuinya. Lucu saja, hanya sekedar mimpi, untuk apa dipercaya. Tapi seperti yang ingin aku pahami adalah maksud dari setiap kejadian yang diperlakukan untuk ku. Mimpi yang begitu bahagia mengajarkan aku tetap memiliki harapan, bahwasaaNYa Allah selalu ada untuk hambaNYA, MENGAPA haru takut dengan kerisauan , kegalauan. Selama kita masih bersama Allah, yakinlah All is welll, (Thank You Allah...) , Justru mimpi buruk yang memberikan kesedihan itu juga membeirku sedikit goresan di hati, karena kuyakin Allah mengajariku tenrang perasaan yang tidak boleh berlebih untuk selain diriNya, karena ia bukan milikku, ia juga bukan yang sempurna, ia hanya ciptaan Allah yang tidak ada tandingannya jika arus lebih aku cintai dari penciptaku. Aku ingin memaknai ini, Allah begitu sayang padaku, tapi juga begitu cemburu padaku..Sangat cemburu, ia mengajarkan aku terus dan terus tentang arti keseimbangan...

0 komentar:

Posting Komentar

Dik Triesna

Foto Saya
Dik Triesna
"Allah Tetapkan Apa Yang Terbaik Bagi HambaNya dan Akan Indah Pada Saatnya, Bersabarlah..."
Lihat profil lengkapku