Allah hamparkan jalan yang tak pernah disangka
Bahkan untuk berlalu saja, kita selalu mengeluh
Tak pernah sedikitpun Allah berikan yang 'tak terbaik' untuk kita
Tapi..
Yang terbaik dan Selalu terbaik untuk hambaNya...
Dalam kesiapan, waktu, harapan, cinta dan ketenangan
Cinta...aku menemukanmu setelah ijab qabul itu engkau selesaikan dengan tegas dan terngiang nyaring ditelingaku bahkan hatiku. Bersama doa yang terlantun, kuucapkan syukur yang tak terhenti untuk setiap kehadiranmu yang harus kusyukuri...
Cinta....keindahan dan kebahagiaan pasti akan kita lalui, bersama semerbak rasa sayang dan memiliki yang mengalir lembut di sela jari jemari dan tatapan mesra yang terkadang membuat wajah merona semu
Cinta.. tak bisa kupungkiri bahkan nanti banyaknya masalah pun akan menderu bersahutan, mengusik kebahagiaan. Aku tidak tahu kapan itu dan penyebabnya seperti apa. Yang kuharapkan hanya kamu, cinta...Selalu bersamaku sampai kapanpun
Jangan duakan aku dengan kasih sayang yang lain. Saat ini aku SANGAT memerlukan PERHATIAN YANG SANGAT besar darimu

Jumat, 08 Juni 2012
Minggu, 22 Januari 2012
Jalan Cinta
di sana, ada cita dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi
lalu disengaja malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiaaban, menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki,
walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah
tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang
Salim A. Fillah
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi
lalu disengaja malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiaaban, menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki,
walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah
tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang
Salim A. Fillah
Bukan
Bukan manusia namanya,
jika kesalahan itu tak pernah sirna
Bukan manusia namanya,
jika kesalahan tak pernah alpha
Bukan manusia namanya,
jika ia bisa memastikan semua suasana
Bukan manusia namanya,
jika ia selalu mendewakan janji setia tapi tak nyata
Bukan manusia namanya,
Jika selalu saja bertanya apa dan kenapa
Karena kami manusia,
yang selalu bersalah apa adanya
Karena kami manusia,
yang bahkan selalu hadir dalam dosa yang nista
Karena kami manusia,
yang menjadikan janji selalu teringkari adanya
Karena kami manusia,
yang tak bisa memastikan asa
Karena kami manusia
yang bisanya mengeluh dan tak percaya
jika kesalahan itu tak pernah sirna
Bukan manusia namanya,
jika kesalahan tak pernah alpha
Bukan manusia namanya,
jika ia bisa memastikan semua suasana
Bukan manusia namanya,
jika ia selalu mendewakan janji setia tapi tak nyata
Bukan manusia namanya,
Jika selalu saja bertanya apa dan kenapa
Karena kami manusia,
yang selalu bersalah apa adanya
Karena kami manusia,
yang bahkan selalu hadir dalam dosa yang nista
Karena kami manusia,
yang menjadikan janji selalu teringkari adanya
Karena kami manusia,
yang tak bisa memastikan asa
Karena kami manusia
yang bisanya mengeluh dan tak percaya
Tak Seindah Semestinya
Gadis cilik itu berjabat tangan dengan seorang sahabat barunya, Area. Keluarga area baru pindah seminggu yang lalu dan menjadi tetangga gadis cilik itu, ningsih. Pada dasarnya area anak yang sangat bersahabat dan periang, ningsih menjadi semakin dekat dengannnya. Bermain, bercanda, bahkan mengerjakan tugas sekolah bersama. Kebetulan mereka sekolah di tempat yang sama. Sebulan sudah berlalu, area dan ningsih menjadikan taman kecil di belakang rumah mereka menjadi tempat mereka bermain. Markas mereka tepatnya.
Lagi Gila Lagi
Bibir terkatup rapat, tanpa sekatah apapun. No respon no comment. Si Mama hanya melihat dan membiarkan anak perempuannya berlalu begitu saja. Kalau perlu tulisan "Do Not Disturb" tertera di belakang baju. Puncaknya malam keresahan tidak bisa diajak damai, turun naik tangga entah berapa kali, dapur ruang tamu, tapi tetap membawa gelas kosong, isi air didapur kembali ke ruang tamu. Minum, lalu kembali lagi ke dapur. Belum lagi keusilan yang tidak bisa ditolerir, adik adik jadi korban, si bungsu yang lagi asyik asyiknya main PS , ku cubit pipinya dengan gemassssss sekali.
Dilatasi
“Aku berjanji akan membuatmu bahagia, dan selalu menjaga hatimu”
Kalimat itu tertulis dikertas kusut yang ditinggalkan gadis itu, Ina. Ini pertemuan kedua ku dengan ina. Kami hanya berkenalan sesaat beberapa waktu lalu, dan tidak ada perjanjian untuk bertemu kembali. Hanya saja ketertarikan kami berdua dengan laut yang selalu mempertemukan kami,Laut yang dapat mengobati hati yang sedang gundah. Sunset menjadi pilihan waktu yang tepat untukku, begitu juga untuk gadis itu. Pemandangan yang bahkan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk memberi semangat, bahwa akan ada hal terindah yang sedang menanti. Dan itu “nanti” .....
Sabtu, 21 Januari 2012
RIAK
Menatap kosong hamparan laut yang luas,gadis itu duduk terpaku di tepi pantai.Menyendiri dalam diamnya, sesekali ia menghela nafasnya dalam-dalam.Mengambil sebatang kayu lalu menuliskan sesuatu di pasir putih disisinya, sketsa dan hanya dirinya yang tau. Ku dekati dirinya dengan langkah pelan, tergambar jelas ia sedang terbang bersama khayalannya sehingga tidak menyadari kehadiranku. Aku duduk sejajar dan berjarak darinya, ia tidak berpaling sedikitpun dengan tatapan yang masih kosong. Kucuri pandangan ke arahnya, air matanya mengalir di pipi, tanpa ekspresi.
Sabtu, 26 November 2011
Ka Pe De
( Krisis Percaya Diri )
Wuaaaaa ....rasanya bulan ini penuh tantangan. Aku yang biasanya dengan sigap memutuskan segala sesuatu yang baru untuk murid muridku, bulan ini aku tidak bisa menyesuaikan dengan tempo waktu. Ujung ujungnya, sebagai seorang guru, Aku mengalami sindrom KPD krisis Percaya Diri. Apalagi yang memang diharapkan seorang guru jika tidak mendidik anak anaknya, juga mampu mentransfer ilmu secara sempurna . SEMPURNA!. Tidak 1%, 2%, 3%...dsb. Sedari dulu aku memang menerapkan kecepatan dan ketepatan untuk mereka dalam mata pelajaran yang aku pegang. Dan sekarang mereka sudah terbiasa dengan tempo waktu cepat. Sehingga mudah bagi mereka menangkap sesuatu dengan cepat dan menyelesaikan sesuatu dengan sedikit tantangan waktu. Tapi masalahnya adalah aku kehabisan cara untuk dapat mengendalikan mood mereka. Ok semua kembali pada sang guru, aku. Terkadang mereka bisa begitu bersemangat mengerjakan semua soal yang kuberikan, tapi terkadang mood mereka drastis sehingga selama jam pelajaran, hanya tawa yang terdengar. Mungkin udah kelewat stress dengan angka , hehehe
Dengan kecepatan mereka akhir akhir ini, materi yang menjadi target tercapai sebelum waktunya. Dan itu sangat melegakan mereka, materi habis. Senyum terkembang Tapiiiiiiii...bencana untukku ( agak melebaykan ) . Bagaimana tidak, sebelum menjelang UAS sebulan lagi, mereka harus mengulang semua materi itu dalam pembahasan soal dan aku harus mencari game game kreatif agar mereka tetap bersemangat mengikuti pembahasan soal itu. Mau bahas soal secara tradisional? Dijamin, hasilnya yang ada gambar kartun di lembar jawaban mereka . Hufff ( pengalaman satu tahun)
Ok sekarang bayangkan, dalam satu minggu 3 hari berturut turut, menangani 2 kelas , itu artinya 6 kali pertemuan. Dan dengan waktu sesingkat itu,hanya beberapa jam aku harus mempersiapkan jenis game yang berbeda, metode pembelajaran berbeda juga bahan game nantinya. Ohhh noooooo..Pernah sekali waktu aku mencoba 1 game untuk 2 kelas. Dan anak anak tidak semangat karena sudah mengetahui trik penyelesaian permainan. Makanya aku harus membuat seusatu yang berbeda terus menerus dalam waktu sesingkat seingkatnya.
Aku krisis PD, gimana tidak. Saat melihat pencapaian mereka dalam pembahasan soal seminggu terakhir sangat dop. Banyak yang merasa sudah jenuh dan tak jarang juga mereka mengkritikku.Padahal seminggu sebelumnya mereka berhasil melewati target, mungkin masa mereka jenuh. Melihat anak anak yang tidak bersemangat itulah yang membuat semakin lama krisis PD ini bertahan, seakan akan aku tidak mampu untuk menangani mereka. Tapiii nyatanya, aku tetap kembali pada satu tujuan, tujuanku untuk mereka. Kuupayakan selalu yang terbaik demi mereka, walaupun sangat susah meningkatkan kembali motivasi mereka, tapi selalu itu yang kuupayakan agar mereka merasa tak sia sia menghabiskan sebagaian waktu mereka
Sekarang yang harus kulakukan adalah menemukan antibiotik untuk penyakit KPD ini, enggg inggg eeengggg.
# Terima kasih muridku, secara tidak langsung kalian mengajarkan untuk lebih kreatif
Senin, 07 November 2011
Pelataran Jingga
“Din..” , Aku terkejut mendapatkan PM sore itu, panggilan yang sudah lama tidak kudengar, Untungnya nama sang pengirim membuatku tidak betul betul membuatku sakit jantung, hehehe
Namanya dinata, dia teman semasa sma dulu, setiap kegiatan ekskul kami hampir bersama walaupun bukan teman dekat, , basket, taekwondo dan OSIS. Sayangnya ia nasrani, tapi punya tenggang rasa yang cukup luar biasa. Awalnya ia memanggilku dengan pangilan ai, tapi suatu hari ia memangilku dengan panggilan, din..aku tanya maksudnya, lalu ia hanya mengatakan bagus dan cocok untukku . Why not, sejak saat itu ia memanggilku dengan panggilan din, singkatan dari dinda..
Tama
Kelak akan kusampaikan pada dunia, tentang citra dan karya manusia
Melalui pelataran dunia untuk menyampaikan beribu makna
Tentang cinta, kasih sayang , kesabaran untuk sesama dari TuhannNYa
Mulai minggu lalu aku mendapatkan tambahan kegiatan, tetap sama sih temanya, MENGAJAR. Kali ini memang agak sedikit diuji dengan kesabaran, karena orang tua dari si anak sudah terlebih dahulu memberitahukanku bahwa ia harus ulang semuanya dari awal, sangat awal. Kufikir memang materi dasar tapi tidak, aku memang harus mengulang dari saaaangat awal.
Sebut saja namanya tama ( hehe, minjam pemeran dalam sinetron dewa ) , pertama kali yang kuajari adalah matematika. Yup satu pelajaran yang membuat semua orang mengeryit kan muka dan selalu menggelengkan kepala sebelum memulai. Materi awal yang kami pelajari tentang logaritma. Saat ia mendengar penjelasanku ia faham, tetapi setelah mendapatkan soal baru ia bingung harus melakukan apa, aku merasa gagal sih. Tapi seperti biasa, sebelum aku
mendapatkan titik pencapaian bagaimana menaklukkan seorang anak, aku belum menyerah, cieeee...ku ulang dengan lebih lambat dan pelan, berulang kali. BERULANG KALI!!!( dipertegas lagi, biar kesannya dalem ) . 15 kali mengulang model sosal yang sama dengan pemahaman yang sama, aku tidak tahu dimana letak kesalahanku sehingga ia belum mengerti juga, sementara adikku yang sama sama belajar saat itu sudah berguling guluing ria sambil mengeluh, “Kak aiiiii, lanjutttttt” , aku hanya cuek dan memberikan dia soal baru, hehehehe
Minggu, 16 Oktober 2011
Pilihan sulit
Silahkan pilih orang yang terpenting dalam sepanjang hidupmu.
Disaat menujuh jam-jam istirahat kelas, dosen mengatakan pada mahasiswa/mahasiswinya:
"Mari kita buat satu permainan, mohon bantu saya sebentar."
Kemudian salah satu mahasiswi berjalan menuju pelataran papan tulis.
DOSEN: Silahkan tulis 20 nama yang paling dekat dengan anda, pada papan tulis.
Dalam sekejap sudah di tuliskan semuanya oleh mahasiswi tersebut. Ada nama tetangganya, teman kantornya, orang terkasih dan lain-lain.
Disaat menujuh jam-jam istirahat kelas, dosen mengatakan pada mahasiswa/mahasiswinya:
"Mari kita buat satu permainan, mohon bantu saya sebentar."
Kemudian salah satu mahasiswi berjalan menuju pelataran papan tulis.
DOSEN: Silahkan tulis 20 nama yang paling dekat dengan anda, pada papan tulis.
Dalam sekejap sudah di tuliskan semuanya oleh mahasiswi tersebut. Ada nama tetangganya, teman kantornya, orang terkasih dan lain-lain.
Plato
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, Socrates, "Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya?
Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta" .
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta" .
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Kasih yang Sebenarnya
Sejak kuliah, radio merupakan salah satu teman yang selalu menemani saya ketika sedang mengerjakan tugas, belajar, maupun santai. Tidak pernah bosan rasanya mendengarkan acara-acara yang disajikan oleh berbagai macam stasiun radio.
Suatu malam, di sebuah stasiun radio, sedang berlangsung acara dimana orang-orang berbagi pengalaman hidup mereka. Perhatian saya yang semula tercurah pada tugas statistik beralih ketika seorang wanita bercerita tentang ayahnya.
Love U, Dad.
Tuk’ smua ayah d dunia n special thank’s buat Papa
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau
lakukan seharian?
Aku mulai mengerti cinta ketika maut menjemput Suamiku!!
Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami.
Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
For Us
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif- nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. "Mengapa ?", tanya suami saya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan,"jawab saya.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. "Mengapa ?", tanya suami saya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan,"jawab saya.
'HANYA'
“Aku kesal dengan semua kebijakan yang ada, aku kesal kenapa mereka yang sudah susah payah menciptakan sistem itu, menghancurkan ciptaannya sendiri dengan dalih ‘hanya’ sedikit perubahan”. Lagi lagi kata ‘Hanya’ yang membuatku kesal dengan segala alasan yang menyertainya. Maaf , kalau kekesalan ini yang telah memberikan efek ke segala arah. Tapi justru ini ‘hanya’ sedikit coretan dari kegalauan yang kujalani sekarang. Kegalauan yang kata pak Mario teguh ‘hanya’-lah imajinasi tinggi, membuatku harus mengguncangkan duniaku untuk menurut pada sistem yang ‘hanya’ sekedar perjanjian dan tulisan.
Seindah Warnanya
Tak pernah kubayangkan yang terjadi saat ini adalah kenyataan. Deru ombak yang selalu kudengar disore hari, kini kurasakan sejuknya di pagi hari. Teriknya mentari tiap hari kunikmati sekarang, hangatnya sang mentari menyapa di setiap pagi. Mimpikah ini?kurasa iya. Tak sedikitpun aku menyia-nyiakan waktu yang telah terlewati beberapa kali ini. Begitu indah, sempurna dan sangat nyata. Sebelumnya tak ada yang mampu membuatku tersenyum ceria selama itu, tawa yang begitu lepas, hati yang begitu tenang.
Inikah nikmat yang engkau janjikan setelah ujian yang diberikan beberapa waktu lalu, Ya Rabb ?
Bahkan kalimat, “aku bersyukur”-pun tak mampu menggambarkan betapa besar rasa syukurku untuk kebahagiaan yang kuperoleh selama ini. Seperti terlahir sebagai pribadi baru yang benar-benar memantaskan diri untuk kebahagiaan orang lain bukan kebahagiaan diriku. Ku coba resapi setiap waktu yang kulalui, dan masih kupastikan ini mimpi yang tertunda dulu. Tapi nyatanya kebahagiaan ini terlalu nyata untuk kunikmati, ini kehidupanku. Sekarang, dan begitu indah ....
Kecuekan yang dulu menjadi bagian dari diriku, perlahan mulai berangsur hilang walaupun belum hilang sepenuhnya, Kepekaan yang dulu hanya di batasan biasa, sekarang menjadi luar biasa. Senyum yang dulu hanya pelengkap canda sekarang menjadi penghias wajah.
Minggu, 04 September 2011
Tears
Jika senyumku tersembunyi di balik air mata
Dan kata kata mesra menjadi tanpa daya,
karena terperangkap dalam prasangka
Tapi Tuhan tahu...
Cinta yang ku punya lebih berwarna dari yang kau kira
Dan Tuhan pun setuju...
Kau lengkapi satu keping yang terpisah dahulu
Menjadi satu kesempurnaan
# Lagi Aneh Sendiri , Huffhhh
Sabtu, 02 Juli 2011
Sergapan Rasa Memiliki
Kutipan salah satu bab di dalam buku Jalan Cinta Para Pejuang, Sergapan Rasa Memiliki
..milik nggendhong lali..
rasa memiliki membawa kelalaian
-peribahasa Jawa-
rasa memiliki membawa kelalaian
-peribahasa Jawa-
Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.
Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.
Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.
Langganan:
Postingan (Atom)


